KPPAD harapkan dukungan orangtua dalam pengawasan Anak

Diposting pada

 Fitri Darmadi, Wakil Ketua KPPAD Kabupaten Lingga saat berbicara kepada Wartawan. Foto – Ino BTV

Lingga, MC – Maraknya kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di kabupaten Lingga membauat Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Lingga, harapakan dukungan pemerintah, orangtua, guru dan masyarakat  dalam pengawasan anak-anak.

” Untuk menagani masalah anak, terlebih pencabulan anak di bawah umur diperlukan sinergi dari berbagai pihak, KPPAD sendiri hanya sebagai motor atau penggerak, untuk pengawasan terhadap anak,” kata Fitri Darmadi, Wakil ketua KPPAD Lingga sekaligus juru bicara KPPAD Lingga, Selasa (23/12).

Kasus pencabulan anak di bawar umur di Kabupaten Lingga setiap tahun terus meningkat.” Pencabulan anak di bawah umur, atau kekerasan terhadap anak, semua diawali dari lingkungan dimana anak tersebut tinggal. Oleh sebab itu kita sangat harapkan peran serta orangtua dalam mengawasi dan memberikan didikan yang baik terhadap anak,” katanya.

Dia juga menjelaskan, bahwa peran orangtua adalah peran yang sangat besar dalam hal mendidik anak, selanjutnya peran guru disekolah dan lingkungan itu sendiri.” Jadi prilaku anak sangat ditentukan oleh 3 hal di atas,” katanya.

Dia mejelaskan, pola asuh anak yang tidak tepat akan berdampak terhadap anak, kondisi lingkungan yang tidak baik akan sangat berdampak terhadap prilaku anak.” Oleh sebab itu kita sangat harapkan peran orangtua dalam mengawasi anak, karena semuanya diawali dari orangtua,” jelasnya.

Dia juga mengharapakan  orangtua memberikan pengertian yang baik terhadap anak. Sementara pemerintah dalam hal ini perlu membuat program-program maupun terobosan-terobosan untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak.” Intinya kita harus bersinergi dalam memberikan pengawasan terhadap anak,” katanya.

Sementara menanggapi banyak kasus kekerasan maupun pencabulan anak di bawah umur, fitri darmadi menuturkan ke depan KPPAD sendiri dan element masyarakat akan mencari solusi untuk menekan angka kekerasan terhadap anak tersebut.(Ian/MC Kab Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *