Mandi Safar Digelar di Empat Lokasi Wisata

Diposting pada

Lingga, MC – Pemerintah Kabupaten Lingga gelar acara tradisi mandi safar di empat lokasi wisata pemandian dan Pantai. Acara tradisi tersebut dimulai dengan Pembacaan do’a penolak balak (musibah) di Replika Istana Damnah Daik Lingga, kemudian dilanjutkan dengan memandikan 10 anak oleh Bupati Lingga beserta jajaran FKPD dan Ketua DPRD Lingga di lokasi pemandian Lubuk Papan, Rabu (17/12).

Acara tradisi yang digelar setiap tahun oleh Pemkab ini terlihat meriah. Antusias masyarakat yang mengikuti acara tradisi warisan nenek moyang itu terlihat dengan padatnya empat titik lokasi wisata peandian tersebut.

Seperti di lokasi pemandian Resun, ratusan warga memadati lokasi tersebut. Mereka datang dengan tujuan untuk melakukan mandi safar, menolak balak yang dipercaya kerap terjadi di penghujung bulan Safar tersebut.

Dorpamin, pengurus mesjid Al-Hidayah desa resun yang bertindak selaku lembaga penyelenggara acara tradisi tersebut menuturkan, menurut kepercayaan masyarakat, pada penghujung bulan safar allah turunkan sebanyak 12.000 musibah ke bumi. Untuk itu, masyarakat melakukan mandi safar ini dengan tujuan berdo’a kepada allah agar dijauhkan dari segala musibah tersebut.

Di Desa Resun sendiri, menurutnya, karena turun temurun hal tersebut telah berlangsung, akhirnya mandi safar jadi tradisi yang sulit lepas dari kebiasaan masyarakat.

Bupati Lingga, H Daria mengatakan, tradisi mandi safar sengaja diangkat dan dijadikan kegitan rutin setiap tahunnya oleh Pemerintah Daerah, karena acara tradisi ini terus menerus dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Lingga.

Selain itu, Bupati sampaikan, untuk wilayah Pemerintah Provinsi Kepri, hanya Kabupaten lingga yang berhasil menyelamatkan tradisi Mandi Safar ini.

Terkait dengan diselenggarakannya mandi safar di empat titik tersebut, menurut Daria, karena lokasi tersebut yang fasilitasnya paling baik dan telah dibangun oleh pemerintah sebagai lokasi Objek wisata pemandian.

Dia mengungkapkan, tujan pemerintah disamping mempertahankan tradisi sebagaimana yang telah berlangsung sejak lama di bumi bunda tanah melayu, acara ini juga dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Objek wisata tersebut. Pemkab melalui Disbudpar, telah melakukan pembangunan dan peningkatan fasilitas di tempat-tempat pemandian tersebut.

“Sebagai bunda tanah melayu, Pemkab melalui Dinas Pariwisata  mencoba mempertahankan tradis yang telah turun-temurun diwarisi oleh nenek moyang kita, contohnya mandi safar ini. Disamping tujan itu, juga dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut.

Daria berharap, Masyarakat bersama Pemkab terus dapat mempertahankan tradisi tersebut dan semoga dengan acara tradisi yang diselenggarakan kali ini, masrakat dapat mencapai tujuan dari momen tradisi kali ini, yaitu mendapat perlindungan dari allah, dan dijauhkan dari segala bencana. (MC Kab Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *