Investasi Wisata Bahari dan Sejarah Pulau Berhala

Diposting pada

Lingga, MC – Setelah sengketa kepemilikan pulau Berhala, antara kabupaten Lingga dan provinsi Jambi beberapa waktu yang lalu selesai, dan saat ini pulau Berhala sah menjadi wilayah kabupaten Lingga, provinsi Kepulauan Riau, pemerintah daerah terus menggesa persiapan pulau Berhala untuk dijadikan sebagai salah satu distinasi wisata bahari Lingga.

Desa Berhala, kecamatan Singkep Selatan, adalah pulau terluar sebelah selatan kabupaten Lingga. Potensi alam yang terdapat dipulau berhala, selain memiliki pantai putih yang indah dengan bebatuan besar juga terdapat beberapa pulau diantaranya Pulau Telur dan juga Pulau Lampu.

“Pulau Berhala, satu dari banyaknya pulau di Lingga yang menyimpan berbagai keindahan. Mulai dari pantainya, juga pulau-pulau kecil disekitarnya dengan bentuk bebatuannya yang unik,” ungkap Said Nur Syahdu, kepala Badan Penanaman Modan dan Perizinan (BPMP) kabupaten Lingga.

Dengan potensi yang dimiliki pulau Berhala tersebut, dikatakan Said, banyak hal dan investasi yang bisa dikembangkan untuk memajukan pulau Berhala. Untuk itu, BPMP berencana membuka peluang investasi bagi para pengusaha yang ingin mengembangkan wisata pulau Berhala. Selain itu, letaknya yang strategis, yakni berbatasan langsung dengan provinsi Jambi, menurut Said, kedepan pulau Berhala akan menjadi pintu masuk pariwisata Lingga dari sebelah selatan, yakni pulau Sumatera.

“Kalau kita lihat, letaknya yang strategis dan sangan dekat dengan Jambi. Hanya butuh waktu 20 menit menggunakan speed boat untuk sampai ke Berhala. Jika memang nanti sudah ada pengusaha yang membangun, kunjungan dengan akses yang mudah tentu membuat wisatawan sekitar pulau Sumatra banyak yang datang,” ungkapnya.

Dari informasi yang dirangkum dilapangan, meskipun belum ada penataan penuh, disampaikan penduduk setempat, kunjungan wisatawan ke Berhala selau ada. Disampaikan warga, selalunya warga Jambi  datang berwisata dan menginap dipulau tersebut. Hal tersebut juga dibenarkan Said Nur Sayhdu. 

“Saya bertemu warga langsung. Kata mereka pulau Berhala ini kerap kali jadi kunjungan wisata, utamanya dari Jambi. Bahkan, wisatawan juga menginap 2 sampai 3 hari disini,” jelas Said lagi.

Selain tawaran wisata alam dan bahari yang dimiliki, pulau Berhala juga memiliki sejarah kental dengan Kerajaan Lingga. Batas-batas wilayah kerajaan Lingga saat itu memang mecakup pulau Berhala, sehingga wajarlah pulau berhala tetap dipertahankan dan masuk dalam wilayah kabupaten Lingga. Di Berhala, juga terdapat beberapa peninggalan, seperti meriam yang panjangnya hingga 4 meter. Selain itu, di Pulau Lampu, yang dipasang mercusuar juga terdapat batu bertulis dengan huruf cina, sangsekerta dan juga aksara serta tercantum tanggal 23-2-76. Namun sejarah pasti tulisan tersebut, baik penduduk setempat tidak mengetahuinya.

Selain memiliki sejarah, juga terdapat pulau Telur yang merupakan tempat bertelurnya penyu atau sisik. Di pulau Berhala juga telah menjadi salah satu titik konservasi penyu di kabupaten Lingga. Sehingga potensi yang ada tersebut, hanya perlu sedikit lagi sentuhan agar kunjungan wisatawan meningkat. Di tambah lagi, baru-baru ini, H M Sani, Gubernu Kepri juga telah datang dan akan membangun pelabuhan di pulau Berhala. 

Dikatakan Sai Nur Syahdu lagi, dalam hal ini BPMP kabupaten Lingga akan terus mencari investor maupun pengusaha untuk mengembangkan pariwisata bahari yang di miliki pulau Berhala. Ia juga menjanjikan keringanan dan mempermudah investor dalam pengurusan perizinan. “Siapapun pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di pulau Berhala, kita akan mempermudah izinnya,” kata Said. (Hasbi/MC Kab. Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *