Perkembangan Pendidikan di Lingga

Diposting pada

Kemajuan pembangunan suatu wilayah tidak akan ada peningkatan tanpa ada pendidikan dan fasilitas pendidikan. Sebagai wilayah kepulauan dan pesisir, Kabupaten Lingga tetap terus merangkak membangun fasilitas pendidikan, mulai dari fasilitas TK, SD, SMP dan SMA. Bahkan di awal 2013 Lingga berhasil membangun satu-satunya universitas yakni STISIP Bunda Tanah Melayu.

STISIP Bunda Tanah Melayu, yang dibuka oleh Geliga Lingga mempunyai dua jurusan yakni Ilmu Administrasi dan Ilmu Pemerintahan. Sejak dibangun, STISIP Bunda Tanah Melayu sudah mempunyai dua periode siswa yang belajar di kampus yang terdapat di Desa Merawang. 

Pemerintah melalui pemerintah daerah Kabupaten Lingga terus berupaya untuk menghasilkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Wajib belajar 6 tahun yang dilanjutkan dengan wajib belajar 9 tahun serta program pendidikan lainnya adalah bentuk upaya pemerintah dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang pada akhirnya akan tercipta sumber daya manusia tangguh yang siap bersaing pada era globalisasi.

Salah satu ukuran mendasar bidang pendidikan adalah tingkat buta huruf. Persentase penduduk berusia 10 tahun ke atas yang melek huruf tercatat 88,68 persen dan yang buta huruf masih ada sekitar 11,32 persen.

Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana maupun prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Gambaran secara umum dari perkembangan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga dapat dilihat dari penjabaran di bawah ini.

Pendidikan Dasar

Pada 2005/2006, Taman Kanak-kanak berjumlah 9 sekolah, 380 murid dan 39 guru dengan rasio murid terhadap guru 9,74 dan rasio murid terhadap sekolah 42,22. Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 107  buah, dengan 9.965 murid dan 934 guru, dengan rasio murid terhadap guru 10,67 dan murid terhadap sekolah 93,13.

Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas  pada SLTP, SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2005/2006 terdapat 17 SLTP dan 6 SMA serta 1 SMK dengan jumlah murid SLTP 2.743 dan jumlah murid SMA 1.854 serta murid SMK 62, sedangkan jumlah guru SLPT 174 orang, guru SMA 133 orang dan guru SMK 9 orang. Rasio murid terhadap guru SLTP 16,73 dan rasio murid terhadap guru SMA 10,67 serta SMK 12,39. 

 

Tahun 2006

 

Salah satu ukuran mendasar bidang pendidikan adalah tingkat buta huruf. Persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang melek huruf tercatat 89,64 persen dan yang buta huruf masih ada sekitar 10,16 persen.

Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana maupun prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Gambaran secara umum dari perkembangan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga dapat dilihat sebagai berikut:

1. Pendidikan Dasar

Pada tahun 2006/2007, Taman Kanak – kanak berjumlah 9 sekolah, 439 murid dan 40 guru dengan rasio murid terhadap guru 10,98 dan rasio murid terhadap sekolah 48,78.

Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 111 buah dan SLTP berjumlah, dengan 9.965 murid dan 934 guru, dengan rasio murid terhadap guru 10,67 dan murid terhadap sekolah 93,13.

2. Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2006/2007 terdapat  6 SMA dan 1 SMK dengan jumlah murid SMA sebesar 1.833 dan murid SMK sebesar 83, sedangkan jumlah guru SMA 134 orang dan guru SMK 11 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 13,68 dan SMK 7,55. 

 

Tahun 2007

 

Salah satu dari keberhasilan pem-bangunan di suatu negara adalah apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas melalui jalur pendidikan. Pemerintah berupaya untuk menghasilkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Wajib belajar 6 tahun yang dilanjutkan dengan wajib belajar 9 tahun serta program pendidikan lainnya adalah bentuk upaya pemerintah dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang pada akhirnya akan tercipta sumber daya manusia tangguh yang siap bersaing pada era globalisasi.

Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana maupun prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Gambaran secara umum dari perkembangan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga dapat dilihat sebagai berikut :

 

1. Pendidikan Dasar

Pada tahun 2007/2008, Taman Kanak – Kanak berjumlah 11 sekolah, 524 murid dan 43 guru dengan rasio murid terhadap guru 12,19 dan rasio murid terhadap sekolah 47,64. Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 114 buah dan SLTP berjumlah 27, dengan rasio murid terhadap guru 8,33 untuk SD dan 11,40 untuk SMP.

2. Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2007/2008 terdapat  6 SMA dan 2 SMK dengan jumlah murid SMA sebesar 1.917 dan murid SMK sebesar 198, sedangkan jumlah guru SMA 144 orang dan guru SMK 23 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 13,31 dan SMK 8,61. 

 

Tahun 2008

 

Ketersediaan fasilitas pen-didikan baik sarana maupun pra-sarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Gambaran secara umum dari perkembangan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga dapat dilihat sebagai berikut :

Pendidikan Dasar

Pada tahun 2008/2009, Taman Kanak – Kanak berjumlah 11 sekolah, 559 murid dan 65 guru dengan rasio murid terhadap guru 8,6 dan rasio murid terhadap sekolah 50,8. Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 116 buah dan SLTP berjumlah 33, dengan rasio murid terhadap guru 7,1 untuk SD dan 9,2 untuk SMP.

Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2008/2009 terdapat  9 SMA dan 2 SMK dengan jumlah murid SMA sebesar 2.096 dan murid SMK sebesar 220, sedangkan jumlah guru SMA 238 orang dan guru SMK 35 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 8,8 dan SMK 6,3.

 

Tahun 2009

 

Ketersediaan fasilitas pen-didikan baik sarana maupun pra-sarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Gambaran secara umum dari perkembangan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga dapat dilihat sebagai berikut :

1. Pendidikan Dasar

Pada tahun 2009/2010, Taman Kanak – Kanak berjumlah 11 sekolah, 569 murid dan 50 guru dengan rasio murid terhadap guru 11,4 dan rasio murid terhadap sekolah 51,7.  Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 125 buah dan SLTP berjumlah 33, dengan rasio murid terhadap guru 8,5 untuk SD dan 11 untuk SMP.

2. Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2009/2010 terdapat  7 SMA dan 3 SMK dengan jumlah murid SMA sebesar 2.060 dan murid SMK sebesar 297, sedangkan jumlah guru SMA 149 orang dan guru SMK 34 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 13,8 dan SMK 8,7. 

 

Tahun 2010

 

Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana maupun prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Gambaran secara umum dari perkembangan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga dapat dilihat sebagai berikut :

1. Pendidikan Dasar

Pada tahun 2010/2011, Taman Kanak – Kanak berjumlah 15 sekolah, 619 murid dan 88 guru dengan rasio murid terhadap guru 7,03 dan rasio murid terhadap sekolah 41,3.

Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 127 buah dan SLTP berjumlah 34, dengan rasio murid terhadap guru 7,06 untuk SD dan 11,06 untuk SMP.

 

2. Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2010/2011 terdapat  7 SMA dan 3 SMK dengan jumlah murid SMA sebesar 2.084 dan murid SMK sebesar 322, sedangkan jumlah guru SMA 168 orang dan guru SMK 53 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 12,4 dan SMK 6,08. 

 

Tahun 2011

 

Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana maupun prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Gambaran secara umum dari perkembangan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga dapat dilihat sebagai berikut :

1.  Pendidikan Dasar

Pada tahun 2011/2012, Taman Kanak – Kanak berjumlah 16 sekolah, 645 murid dan 31 guru dengan rasio murid terhadap guru 20,8 dan rasio murid terhadap sekolah 40,3.

Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 125 buah dan SLTP berjumlah 31, dengan rasio murid terhadap guru 10,08 untuk SD dan 14,35 untuk SMP.

2. Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2011/2012 terdapat  10 SMA dan 4 SMK dengan jumlah murid SMA sebesar 2.341 dan murid SMK sebesar 448, sedangkan jumlah guru SMA 160 orang dan guru SMK 28 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 14,63 dan SMK 16. 

 

Tahun 2012

 

1. Pendidikan Dasar

Pada tahun 2012/2013, Taman Kanak – Kanak berjumlah 16 sekolah, 668 murid dan 30 guru dengan rasio murid terhadap guru 22,3 dan rasio murid terhadap sekolah 41,8.

Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 134 buah dan SLTP berjumlah 36, dengan rasio murid terhadap guru 10,49 untuk SD dan 14,47 untuk SMP.

2. Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2012/2013 terdapat  12 SMA dan 5 SMK dengan jumlah murid SMA sebanyak 2.357 dan murid SMK sebanyak  527, sedangkan jumlah guru SMA 164 orang dan guru SMK 28 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 14,37 dan SMK 18,82. 

 

sumber: http://haluankepri.com/lingga/70556–perkembangan-pendidikan-di-lingga-.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *