Pemprov Kepri Anggarkan Renovasi Pasar Ikan Dabo Rp5 M

Diposting pada

Lingga, MC – Gubernur Kepri HM Sani telah merencanakan untuk merenovasi Pasar Ikan Dabo pada 2015 mendatang. Detailed Engineering Design (DED) pasar itu dibuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga dan anggarannya dari Pemerintan Provinsi (Pemprov) Kepri.

“Kita berencana akan menganggarkan sekitar Rp5 miliar untuk merenovasi pasar ikan Dabo tersebut di tahun 2015. Anggarannya akan kita hibahkan ke Pemkab Lingga dan direncanakan juga pasar tersebut dibangun dua tingkat,” kata Sani didampingi Bupati Lingga Daria dan Wakapolda Kepri, beserta rombongan SKPD dan FKPD Provinsi Kepri, sat meninjau Pasar Ikan Dabo Singkep, Lingga, Senin (17/11).

Tinjaun ke pasar yang dilakukan Sani mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pedagang. Selain itu, rencana renovasi pasar tersebut juga sudah lama didamba-dambakan oleh puluhan pedagang.

“Iya pak kami harapkan renovasi ini akan cepat terlaksana. Karena kalau hujan deras, pasar ini banjir. Atapnya juga sudah banyak yang bocor,” ucap Yati, salah seorang pedagang di Pasar Dabo.

Sambung pedagang lainnya, saat ini, ada sekitar 50 pedagang di dalam pasar. Namun, masih ada juga pedagang di luar di pinggir jalan pasar. Selain itu, pasar yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Dabo ini hanya ramai pembeli hingga pukul 10.00 WIB.

“Kalau pasar ini dibangun, semua pedagang sudah bisa ngumpul di dalam dan rapi sehingga jalan tidak terganggu. Karena pasar ini ramai hanya pagi saja. Makanya kadang disebut pasar pagi,” ucap pedagang lainnya.

Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu

Pada kesempatan lain, Sani juga meninjau pedagang sayuran di Pasar Dabo. Dalam peninjauan tersebut diketahui sudah sepekan harga cabai merah di pasar tersebut tembus di harga Rp80 ribu sekilo. Sedangkan harga cabai rawit Rp60 ribu. 

Selain bersalaman dengan masyarakat yang berbelanja, Sani juga terlihat sangat dekat dengan para penjual. Ia Mempertanyakan harga sembako dan hasil tani seperti bawang, cabe (merah-rawit) dan lainnya yang didatangkan dari luar Lingga.

Salah seorang pedagang, Faisal menyebutkan harga cabai merah saat ini merangkak naik tiap pekannya. Sebelumnya harga cabai Rp70 ribu sekilo-nya. Namun, untuk harga bawang masih normal. Bawang merah Rp22 ribu sekilo dan bawang putih Rp16 ribu sekilo. Harga sayuran sebagian naik, namun tidak seperti harga cabai.

Selain itu, pedagang lainnya Yati mengatakan, dengan naiknya sebagian harga sayuran, penjualan mereka stagnan. Karena sebagian sayur yang dijual di pasar tersebut merupakan produksi petani lokal.

Menanggapi hal tersebut, Sani akan mendiskusikan dengan Bupati Lingga Daria agar dapat menyokong petani lokal agar bisa memproduksi sayuran dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Karena sebagian sayuran masih dipasok dari Jambi dan Tanjungpinang. Sehingga harga sayuran pun semakin mahal lantaran ongkosnya dari luar daerah.

 

“Bila sayur lokal yang mengisi pasar di Lingga, pasti harganya lebih murah. Makanya pertanian perlu dikembangkan,” ucap Sani.(cw72/MC Kab.Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *