Hasil Laut Melimpah Karna Nelayan Peduli Ekosistem

Diposting pada

Lingga, MC – Kesadaran masyarakatnya untuk menjaga dan memelihara ekosistem bawah laut, menjadikan hasil laut di daerah tanjung Keriting Desa Kudung Kecamatan Lingga Timur cukup melimpah. Bujal, Salah seorang nelayan di desa tersebut mengakui, hanya dengan waktu emapat sampai lima jam memancing di laut, ia sudah bisa membawa pulang hasil tangkapannya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Biasanya, saya berangkat jam 05.00 pagi dan pulang jam 10.00 pagi, itu sudah bisa menghasilkan belasan kilo ikan setiap hari,” Ungkap Bujal usai menimbang ikan hasil tangkapannya dengan alat pancing yang masih tradisonal, di salah satu tempat penampungan ikan di pesisir pantai Tanjung Keriting beberapa waktu lalu.

Hasil tangkapan nelayan di tanjung keriting memang sudah cukup terkenal di pasar Lingga. Beragam jenis ikan berkualitas seperti cakalang, giant traveling (GT), sagai, kakap merah, kerapu, pari, sotong, kepiting, lobster dan lain sebagainya, beredar dipasar lokal maupun eksport.

Bujal mengatakan,  terhitung sejak ia melaut ketika usianya 6 tahun, hingga saat ini, ia belum pernah melihat nelayan tanjung keriting menggunakan alat tangkap ikan yang dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut di Kampungnya.

“Sejak dulu kami sudah menggunakan pancing untuk menangkap ikan, kalau cuaca baik, musimnya pas, bisa sampai puluhan kilo sehari. tergantung rejeki lah. Ada juga yang pakai jaring, tapi sudah ada tempat-tempatnya, tidak boleh sembarangan membentang jaring,” ungkap Lelaki yang sudah menjadi nelayan selama 60 tahun tersebut.

Sudah sejak dulu, Kata Bujal, nelayan sudah sepakat dalam menentukan lokasi untuk menggunakan alat tangkap berupa jaring. Jadi lokasi yang diperbolehkan tentunya tidak berdampak pada perusakan ekosistem laut dan terumbu karangnya.

“Kalau melanggar aturan, kami bakar saja perahunya. Dulu pernah ada perahu dari daerah luar masuk ke laut kami, mereka menggunakan jaring trol. Kami sangat marah dan ingin membakar perahunya,” tegas Bujal.

Ditempat yang sama, Sucipto, salah seorang dari komunitas pecinta alam Lingga (KePAL) yang melakukan kunjungan wisata bersama rekan pecinta alam Lingga lainnya ke desa tersebut, mengakui hasil laut tanjung keriting luar biasa. Hal ini tidak lepas dari rasa peduli masyarakat terlebih para nelayannya untuk menjaga dan memelihara laut mereka.

“Kami kesini dalam rangka mengenal lebih jauh daerah Lingga dan potensi alamnya, juga sambil berwisata mengisi hari libur dengan bakar-bakar ikan di pinggir pantai.

Tadi Kami sempat kebingungan memilih ikan, jenisnya beragam, dan ikannya segar-segar, jadi kami pilih beberapa jenis ikan lah, ada talang, selikur, sengarat dan kakap,”Ungkapnya.

Menurutnya, untuk menjaga ekosistem laut, tidak bisa hanya melalui tangan pemerintah saja, yang paling penting adalah kesadaran masyarakat terutama nelayan.

“Jika nelayannya sudah menjaga laut mereka, baru pemerintah daerah bisa turut serta dengan program-program yang bertujuan menjaga dan memelihara Bahari Lingga. Nah, kalau sudah seperti itu, tentu hasilnya efektif,” ungkap Cipto.

Dia berharap, pemerintah cerdas dalam membuat program-program terkait menjaga dan memelihara potensi bahari kabupaten Lingga. Tidak sekedar program kesejahteraan masyarakat saja, namun memelihara potensinya untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem juga satu hal yang sangat penting. (MC Kab Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *