Coremap 2014 di Lingga Tunggu Sinyal Pusat

Diposting pada

LINGGA, MC – Pelaksanaan program Coremap 2014, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga tunggu sinyal dari pusat. Di Kabupaten Lingga, terdapat 7 desa yang masuk wilayah coremap.

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga Abang Muzny, mengatakan program coremap melalui APBN sudah ada pos anggarannya. Untuk saat ini sudah masuk pada tahap ke tiga.

“Ada sedikit terkendala.Saat ini kita di DKP menunggu sinyal dari pusat. coremap sudah ada pos anggarannya melalui APBN,” ungkapnya.

Dijelaskan Abang Muzny, program coremap merupakan program yang salah satunya akibat perusakan yang terhadap terumbu karang, atau koral. Sehingga untuk perbaikan ini, terhadap kerusakan yang terjadi, pihak  pusat bekerjasama  sama denga bank dunia.

“Coremap 1 dan tahap 2 sudah. Yang tahap tiga ini kita nunggu sinyal dari pusat,” katanya.

Disebutkannya, untuk di wilayah perairan laut Lingga, intensitas penangkapan ikan dengan pukat harimau sudah berkurang begiti juga dengan pengeboman.

Dibandingkan rentang 10 tahun belakangan, pengeboman di laut Lingga, hingga sekarang telah berkurang hingga 20 persen dari lima tahun belakangan.

“Orang mengebom itu berkurang. Masyarakat tahu karang bagi sangay bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Untuk pengawasan terhadap perairan laut Lingga, Abang Muzny mengatakan pihak pemerintah sudah melakukan, namun masih terkendala akibat minimnya sarana.

“Kita tak terawasi, sedangkan Lingga luas dan banyak pulau-pulau,” sebutnya.

Sementara itu, menanggapi kendala yang dihadapi oleh DKP Lingga terkait program coremap tahun 2014, anggota DPRD Lingga, Khairil Anwar, mengatakan pihaknya sudah dengar pendapat dengan DKP Lingga.

“Untuk hal ini, kita minta DKP untuk jemput bola ke pusat,”ungkapnya.

Menurut hemat Khairil, bahwa luasnya perairan Lingga membutuhkan sarana transportasi yang cepat untuk pengawasan di laut Lingga. Karena, selama ini, fasilitas kapal cepat untuk pengawasan masih minim.

“Fasilitas kapal cepat itu untuk mengawasi laut Lingga terutama dari nelayan asing  yang menangkap ikan di Lingga,” ungkapnya. (Haluan Kepri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *