Pembangunan Gedung LAM Lingga Dimulai

Diposting pada

LINGGA, MC – Gedung Lembaga Adat Melayu yang pengerjannya dimulai bulan Juli 2014 ini dan dibangun disamping Museum Linggam Cahaya, sesuai rencana Pemerintah Kabupaten Lingga, nantinya akan dijadikan sebagai pusat lokasi perkampungan Melayu.

 Mayarakat Lingga, khususnya Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, patut berbangga hati. Pasalnya, keinginan untuk memiliki bangunan Balai Adat Melayu, yang sejak lama didambakan telah disetujui oleh  Gubernur Kepri, HM Sani. Hal ini ditandai dengan akan dimulainya pengerjaan pembangunan pada bulan Juli ini. 

Ketua I LAM kabupaten Lingga pada, M Ishak mengatakan pembangunan gedung LAM akan dimulai bulan ini, dengan dimulainya pembangunan gedung tersebut, berarti dalam waktu dekat, Kabupaten Lingga, segera memiliki gedung atau balai adat Melayu, yang keberadaannya sudah lama didambakan masyarakat melayu Lingga.

“Terkait pembangunan Gedung LAM, Minggu sore lalu, diareal lokasi tersebut telah digelar doa selamat dan syukuran atas dimulainya pembangunan gedung tersebut,” ungkap M Ishak.

Hadir dalam pembacaan doa selamat tersebut, selain para tokoh masyarakat dan pengurus LAM kabupaten Lingga, juga hadir dari dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi Kepri dan pihak kontraktor. Pada kesempatan tersebut, pengurus LAM kabupaten Lingga memberikan ultimatum kepada pihak kontraktor agar bangunan balai adat yang dibangun nanti benar-benar sesuai dengan harapan dan spesifikasi yang sudah ditetapkan.

“Kita  LAM berharap,  bangunan balai adat yang dibangun sesuai dengan bestek yang ada. Karena bangunan ini nanti menjadi salah satu simbol kemelayuan dan tempat mufakatnya orang ramai,” ungkap Ishak

Dikatakan Ishak, dengan dibangun balai adat di Bunda Tanah Melayu ini, tentunya akan menjadi pedoman bagi daerah lain, karena dengan adanya Balai Adat Melayu ini nanti, tidak saja membantu pengurus LAM menjalankan tugas dan fungsinya. Balai tersebut akan menjadi tempat seni dan kebudayaan melayu, jelasnya.

Disampaikan Ishak, sebelumnya pengurus LAM telah banyak memberikan masukan kepada dinas terkait maupun juga kepada kontraktor langsung. LAM minta pembangunan gedung Balai Adat Melayu di Bunda Tanah Melayu Lingga ini benar-benar sesuai bestek, sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Pembangunan Balai Adat Melayu Kabupaten Lingga ini dibangun melalui dana APBD provinsi Kepulauan Riau, senilai Rp2,3 Miliar. Pada awalnya, rencana pembangunan tersebut disampaikan dalam musrenbang Provinsi Kepri juga kepada Bupati Lingga maupun pada pertemuan 15 pengurus LAM Lingga dengan Gubernur Kepri beberapa waktu lalu.(put)

 

Posted by http://www.haluankepri.com/lingga/65883-pembangunan-gedung-lam-lingga-dimulai.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *