Lingga Terima Dana 3,2 M Guna Tekan Angka Kemiskinan

Diposting pada

Lingga, MC– Kabupaten Lingga memperoleh kucuran dana dari Pusat melalui Program Masterplan Perrcepatan, Perluasan, Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) atau disebut dengan quickwins tahun 2014 senilai Rp3,2 miliar, untuk menekan angka kemiskinan di daerah pesisir dan kepulauan.

Program usulan Bappeda Kabupaten Lingga yang mendapat bantuan program Bappenas tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat di Jakarta pada tahun 2013 lalu.

 

“Banyak kegiatan yang diusulkan, namun hanya 3 saja yang diakomodir. Kabupaten Lingga merupakan salah satu dari empat kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau yang mendapatkan program tersebut,” kata Sekretaris Bappeda, Saud Ibrahim, Jumat (11/7).

Dikatajan Saud Ibrahim,  daerah lain yang mendapatkan kucuran dana dari Pusat yaitu kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun. Namun, bantuan tersebut di Kabupaten Lingga penentuan 2 kecamatan di 2 kabupaten/kota yang mendapatkan program ini langsung ditentukan oleh Bappenas dan dua wilayah lagi ditentukan oleh Bappeda Provinsi Kepulauan Riau. 

Said Ibrahim katakan, kecamatan yang mendapatkan program tersebut adalah Kecamatan Senayang karena Kecamatan Senayang merupakan kecamatan dengan angka kemiskinan tertinggi di Kabupaten Lingga. Jadi sasaran dari program ini yakni kecamatan dengan angka kemiskinan tertinggi di tiap kabupaten/kota.

“Tahun ini Kabupaten Lingga merupakan kabupaten/kota terbanyak di Provinsi Kepulauan Riau yang mendapatkan dana dari program MP3KI yaitu Rp3,284,000,000,” papar Said.

Dia jelaskan, kegiatan yang dilaksanakan melalui program tersebut yakni pembangunan sarana prasarana kesehatan, sarana air bersih, dan ternak kambing. 

Untuk sarana dan prasarana kesehatan, Said katakan, ada 4 Polindes (Desa Batu Berlubang, Mamut, Temiang, dan Mensanak), 3 Pustu (Pulau Panjang, Pulau Batang, dan Pulau Medang), dan 1 Posyandu di Kelurahan Senayang.

“Pelaksanaan sepenuhnya adalah PNPM Kabupaten Lingga di bawah koordinator BPMPD Kabupaten Lingga,” ujarnya.

Sarana dan prasarana air bersih (pipanisasi dan sumur gali) akan dibangun di lima lokasi yakni, Benan, Pulau Duyung, Tajur Biru, Baran, Rejai. 

Sedangkan ternak kambing (kambing kacang sekitar 325 ekor) akan dilaksanakan di enam lokasi, yakni Laboh, Penaah, Cempa, Tanjung Lipat, Pulau Bukit, dan Tanjung Kelit. 

“Pertengahan bulan ini semua kegiatan pendahuluan akan segera dilakukan oleh PNPM Kabupaten Lingga karena dana tahap satu sudah cair,” imbuh Said.

Terkait dengan usulan rehabilatasi rumah penduduk miskin, Said menyebut, program ini juga diakomodir, namun lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) oleh Kemenpera yang pendataan dan pelaksanaan sepenuhnya dilakukan oleh tim teknis/kunsultan yang telah ditentukan oleh Kemenpera. 

“Sebenarnya program BSPS hanya ada di Kecamatan Singkep, namun atas usulan yang disampaikan ke Bappenas dan mungkin Bappenas menindaklanjuti ke Kemenpera, maka Desa Benan mendapatkan program tersebut sebanyak 137 rumah,” terangnya.

Dijelaskan, di beberapa wilayah yang mendapatkan BSPS yakni di Benan 89 dan Pulau Bukit 48. Dengan besaran dana BSPS untuk 1 unit rumah sekitar Rp7, 5 juta (total di Benan dan P Bukit 137 x 7,5 = Rp 1.027.500.000).

“Jika digabungkan MP3KI dan BSPS total dana pusat untuk pengurangan angka kemiskinan di Kecamatan Senayang berjumlah Rp4,311 miliar,” pungkasnya.(put/MC Kab. Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *